Memetik Hikmah Ibadah Qurban
Memetik hikmah ibadah qurban – Hari Raya Idul Adha dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah, dan tahun 2020 ini jatuh pada hari Minggu, 11 Agustus 2020. Hari Besar Islam ini ditandai dengan pelaksanaan Shalat Idul Adha, ibadah jasadiah dan khususiat.
Kemudian ibadah ini diikuti dengan ibadah qurban bagi yang sanggup melaksanakannya. Antara shalat idul adha dan ibadah qurban terdapat keterkaitan yang erat. Hal ini sanggup dipahami melalui Al Qur’an Surat Al Kautsar Ayat 2 yang artinya:
“Maka laksanakanlah sholat lantaran Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).
Usai melaksanakan shalat Idul Adha umat muslim yang sanggup menunaikan ibadah qurban, ibadah sunat muakkad (ibada yang angat dianjurkan).
Qurban (kurban) berarti pendekatan diri kepada Allah SWT (taqarrub ila Allah). Memang berkurban merupakan ibadah sunat muakkad (sunat yang dianjurkan). Namun bagi umat muslim yang sanggup akan menjadi ebuah kewajiban untuk berkurban dan makhruh bagi yang sanggup berkurban namun tidak melaksanakan ibadah tersebut.
Ibadah kurban atau qurban mengandung hikmah yang perlu dipahami oleh setiap umat muslim. Kemudian diterapkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari.
1.Ketaatan kepada Allah SWT
Ibadah kurban mengandung nilai ketaatan kepada Allah SWT dalam beribadah wajib maupun sunat. Nilai ketaatan ini kita kutip ketika Nabi Ibrahim As menyembelih putra kesayangannya. Demi ketaatan dan tauhid kepada Allah SWT, Nabi Ibrahim As dengan nrimo memenuhi perintah Allah SWT.
Dalam kehidupan sehari-hari, hal paling simpel ditemukan yaitu ketika Allah SWT memanggil untuk menunaikan ibadah shalat melalui muazin mengumandangkan lafaz azan.
Apakah umat muslim akan memenuhi panggilan tersebut atau meneruskan pekerjaannya dan tidak peduli dengan panggilan tersebut. Umat muslim yang taat tentu saja akan memenuhi panggilan untuk mengerjakan shalat dan meninggalkan perkerjaanya untuk sementara.
2.Keikhlasan dalam beribadah
Ibadah kurban mengandung nilai keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT. Sebagaimana halnya Nabi Ibrahim As yang telah nrimo untuk mengurbankan anaknya Nabi Imail As.
Bagi umat muslim yang menunaikan ibadah kurban, binatang ternak yang akan disembelih telah dibeli dengan harga mahal. Namun ketaatan dan tauhid, binatang ternak tersebut dikurbankan semata-mata mengharap ridho Allah SWT.
3.Akhlak sempurna
Ibadah kurban secara zahir yaitu menyembelih binatang dimana waktu dan syarat-syaratnya dikhususkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqarrab ila Allah). Menyembelih binatang pada hakikatnya yaitu menghilangkan perilaku hewani yang melekat pada manusia.
Tauhid dan nrimo kepada Allah SWT merupakan dua hal dari puncak budbahasa muslim yang sempurna. Sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW:
“Iman orang-orang mukmin yang paling tepat yaitu yang paling baik akhlaknya, lembut perangainya, bersikap ramah dan disukai pergaulannya.”(HR.Thabrani).
Lihat juga : Berkurban dan Perbaikan Umat
Dengan mengambil hikmah dari ibadah qurban ibarat ketaatan dan keikhlasan menunaikan perintah Allah SWT akan terlahir budbahasa yang mulia dan mendatangkan kenyamanan dalam hidup sehari-hari. Semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Memetik Hikmah Ibadah Qurban"